Hamil adalah keadaan seorang wanita yang harus melalui masa-masa lelah. Hal ini karena pada. wanita mengandung harus mempersiapkan dirinya menjadi seorang ibu. Jangan sampai hal yang tidak diinginkan terjadi, merupakan harapan setiap pasangan di dunia ini.

Hamil merupakan hal yang paling dinantikan oleh pasangan muda yang baru menikah, kompilasi dari dokter yang mendiagnosa Anda akan menjadi ibu atau ayah, sungguh sesuatu yang sangat membahagiakan. Perasaan bahagia itu kerap dirasakan oleh Anda yang tengah menanti-nantikan buah hati. Sayang, terkadang perasaan bahagia itu harus dibarengi dengan perasaan cemas. Kompilasi menghadapi flek saat hamil 2 bulan atau pendarahan yang dikenal dengan bercak.

Anda pasti bertanya, ÔÇťApakah terjadinya flek saat hamil 2 bulan itu berbahaya? Lalu sebenarnya flek itu normal atau tidak ya?

Faktanya munculnya flek bisa muncul kapan saja semasa hamil.

Di usia kehamilan muda, bisanya memang ditandai dengan pendarahan ringan. Jika bercak berwarna cokelat dan berhenti dengan sendirinya, berarti kondisi ibu hamil juga bayinya masih aman. Faktanya hampir 20% wanita hamil menemui flek cokelat di awal kehamilannya. Sebaiknya Anda tetap memeriksakan diri ke dokter, untuk mengetahui terkait penyebab flek dan apa yang Anda harus lakukan.

Perlu Anda ketahui, karena dikhawatirkan pendarahan yang terjadi adalah indikasi keguguran. Periksakan diri ke petugas kesehatan jika dalam kurun waktu sehari, darah tidak berhenti dan disertai rasa sakit dan keram perut hebat. Jangan menunda lagi untuk mendapatkan pertolongan dari para ahli.

Melalui proses hamil yang melelahkan harus dijalani dengan rasa senang, karena yang demikian itu akan memperbanyak hormon endofrin. Yap, hormon bahagia itu menciptakan rasa nyaman bagi tubuh dan jiwa Anda.

Bayi dalam perut pun turut merasakan apa yang ibu tengah rasakan. Jika pikiran stress, kemungkinan flek saat hamil 2 bulan akan terjadi. Kenapa kami menyebut dua bulan pertama kehamilan adalah masa rentan, artinya calon manusia dalam rahim belum ditiupkan roh. Zona rentan ini sebaiknya dipahami betul oleh setiap ibu hamil dan pasangannya. Pekerjaan yang menguras energi dan pikiran sebisa mungkin diminimalisir.

Flek saat hamil 2 bulan biasanya berwarna kecokelatan, ini bisa dianggap berbahaya ataupun sebaliknya. Jumlah flek yang sedikit dan kemudian berhenti dengan sendirinya berarti tergolong pada yang tidak berbahaya. Sebaiknya Anda tetap memerikasakan diri ke dokter jika timbul flek, karena dokter dapat mendiagnosa dengan tepat. Kemungkinan-kemungkinan yang membahayakan InsyaAllah dapat dihindari sedini mungkin.

www.pexels.com

Apa Saja yang Harus Dihindari Agar Tidak Terjadi Flek Saat Hamil 2 Bulan?

Telah menjadi rahasia umum kalau wanita hamil itu artinya wanita tersebut tengah berbadan dua. Kedua pernyataan tersebut merupakan padanan kata untuk seorang wanita yang bakal menjadi ibu nantinya.

Untuk wanita sebaiknya memang menjaga calon buah hati dengan cinta. Perjalanan calon bayi dalam perut amatlah panjang. Sebelum masuk dalam rahim saja, calon benih harus berlomba dengan yang lainnya. Hanya zighot yang berkualitaslah yang mampu menembus dinding rahim pertama kali yang bakal jadi calon bayi.

Kendati demikian, di dalam rahim yang aman masih perlu pertahanan kuat agar embrio dapat terus berkembang. Inilah fase awal bulan atau sering disebut dengan trimester pertama kehamilan. Di fase ini calon bayi mengalami fase rentan gugur.

Sementara itu, keguguran merupakan momok bagi wanita yang tengah hamil. Mereka yang memiliki ikatan pernikahan pasti akan sangat kecewa jika keguguran calon bayi mereka. Berbanding terbalik dengan calon bayi bagi hubungan yang belum legal.

Nah, mari kita belajar hal apa saja sih yang membahayakan itu? Berikut adalah cara menghindari flek saat hamil 2 bulan :

  1. Kurangi aktifitas yang melelahkan. Ini akan sangat dianjurkan oleh dokter maupun bidan yang menangani wanita hamil, baik di trimester awal, tengah, maupun akhir. Memang berolah raga itu baik untuk ibu hamil, namun jika terjadi flek berhentilah beraktifitas dan bika perlu berhentilah juga dari bekerja yang menguras energi serta pikiran.
  2. Kurangi stress. Pikiran negatif pada ibu hamil akan membuat mereka cemas juga bayinya. Hal ini sangat berbahaya karena akan memicu terjadinya keguguran.
  3. Makan makanan yang bergizi. Faktor makanan memang pemicu dari luar tubuh. Ini terkadang sering pula dianggap remeh oleh sebagian ibu hamil, namun faktanya banyak ibu hamil yang pada hamil anak ke dua malah mengalami keguguran. Awalnya berupa flek saat hamil 2 bulan, demikian terus berlanjut sampai akhirnya keguguran. Perlu diketahui perlakuan pada hamil pertama dan ke dua atau ke tiga itu berbeda. Jadi tetap berhati-hati adalah sikap yang terbaik.
  4. Hindarilah minuman yang mengandung kafein maupun minuman yang bersoda. Contoh minuman mengandung kafein adalah kopi dan teh, sementara minuman bersoda adalah minuman yang mengandung gelembung gas, gas dalam minuman bersoda cenderung bersifat panas. Rasa panas yang dialami saluran pencernaan dalam perut bersinggungan juga dengan rahim. Hal inilah yang sangat perlu dihindari untuk mencegah terjadinya flek saat hamil 2 bulan atau lebih.
  5. Perbanyaklah beristirahat. Luangkan waktu lebih banyak untuk istirahat, baik itu di rumah maupun di kantor tempat Anda bekerja.
  6. Hindari mengangkat beban berat. Benda dengan beban 5 kg sudah tergolong berat untuk ibu hamil. Terlalu sering angkat-angkat dapat memicu terjadinya flek.
  7. Angkat kaki. Lakukan angkat kaki atau menyanggah kaki, khususnya pada waktu duduk. Pada saat Anda berbaring cobalah juga untuk meletakkan kaki ke atas. Hal ini terbukti efektif untuk melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi flek.
  8. Jaga kebersihan organ intim. Pastikan vagina bersih dan kering. Saat membersihkan gunakanlah sabun dan air, perlu diingat untuk jangan menggunakan sabun dengan tambahan bahan pewangi. Sebenarnya bagi wsnita hamil tidak disarankan membersihkan organ intim dengan sabun lho. Lebih aman gunakanlah air bersih yang mengalir.
www.pexels.com

Penyebab Flek Saat Hamil 2 Bulan

Apa saja sih penyebab flek saat hamil 2 bulan? Alangkah baiknya pengetahuan tentang ibu hamil dipelajari, dengan tujuan untuk mendapatkan wawasan seputar ibu hamil. Nah, kali ini kami akan mengulas sedikit tentang penyebab flek saat hamil 2 bulaan, diantaranya :

 

  1. Perubahan hormonal yang terjadi pada ibu hamil. Seorang wanita yang sedang mengandung akan mengalami peningkatan hormon esterogen dari pada sebelum hamil. Hal ini memicu leher rahim menjadi kaya pembuluh darah.
  2. Perubahan bentuk fisik tubuh seperti peregangan daerah panggul yang menyesuaikan perkembangan janin dalam perut serta usia kehamilan juga dapat menyebabkan flek lho. Peletakan embrio pada rahim biasanya menimbulkan flek pada trimester awal kehamilan.
  3. Hubungan seksual, banyak dokter yang menyarankan untuk mengurangi aktivitas seksual pada ibu hamil di trimester pertama.
  4. Adanya infeksi pada rahim. Infeksi vagina atau serviks juga dapat memicu terjadinya flek saat hamil 2 bulan. Umumnya warna bercak darah cokelat serta dibarengi dengan gejala lain seperti vagina gatal, perih, serta mengeluarkan bau tidak sedap.
  5. Adanya trauma pada ibu hamil
  6. Ada masalah pada janin. Flek saat hamil 2 bulan, tandanya ada gangguan kehamilan. Bisa jadi merupakan indikasi keguguran, kehamilan ektopik, janin tidak berkembang, stress psikologis, dan kelelahan fisik. Anda sebaiknya memeriksakan diri secepatnya jika mengalami flek saat hamil. Setelah periksa, akan diketahui penyebab dan apa yang harus dilakukan. Anda harus mematuhi saran dari dokter dan kontrol kembali secara rutin. Biasanya petugas kesehatan akan memberikan obat penguat yang mengandung hormon, vitamin, dan saran untuk beristirahat.
  7. Akibat implantasi atau kondisi serviks (mulut rahim) yang sangat sensitif. Hal ini menyebabkan serviks mengalami iritasi yang mengakibatkan keluarnya darah atau flek. Sekitar minggu ke empat, Anda mungkin menjumpai bercak darah yang disertai dengan gejala kehamilan lainnya. Flek tersebut muncul karena embrio sedang mengimplantasikan dirinya pada dinding rahim, sehingga terjadilah pendarahan ringan.
  8. Keguguran, tak dapat dipungkiri kalau terjadinya flek merupakan salah satu indikasi dari keguguran. Darah yang keluar umumnya sudah terlalu lama berada dalam sistem prosuksi. Gejala keguguran lainnya adalah kram, pendarahan hebat warna merah terang, terasa sakit pada perut dan punggung bawah.
  9. Missed Abortion, adalah kondisi di mana janin mati sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Sayangnya janin tidak keluar dari mulut rahim tapi malah tetap berada dalam rahim selama lebih dari 8 minggu. Begitu keluar dari tubuh, itulah yang menyebabkan timbulnya flek cokelat.
  10. Kehamilan molar (Hamil Anggur), jika dalam rahim tumbuh jaringan abnormal yang dianggap mirip dengan janin. Kondisi ini memerlukan penanganan khusus supaya tidak berkembang menjadi kanker.
  11. Kehamilan ektopik (Hamil di luar rahim), kehamilan ini terjadi karena embrio mengimplantasikan dirinya di saluran tuba falopi, bukannya di rahim. Untuk itu segeralah pergi ke UGD jika merasa pusing, nyeri bahu, pingsan, nyeri perut atau panggul yang kambuh-kambuhan.
  12. Polip Serviks, adanya benjolan kecil yang tumbuh pada mulut rahim. Polip serviks bersifat abnormal, yang disebabkan naiknya hormon esterogen pada ibu hamil. Gejala lain dari polip serviks adalah sakit perut dan rasa tidak nyaman.
  13. Kelainan plasenta, ada dua jenis kelainan pada plasenta. Yaitu plasenta previa dan plasenta abrupsio. Keduanya mampu memicu terjadinya flek cokelat. Perbedaannya adalah plasenta previa tidak menimbulkan rasa sakit seperti plasenta abrupsio.
  14. HPV (Kelamin), hal ini memicu terjadinya flek saat hamil, karena HPV genital mengalami peningkatan aliran darah pada organ intim yang disebabkan naiknya hormon esterogen.

Flek atau bercak darah yang keluar dari area kewanitaan bisa dikategorikan amab dan juga berbahaya. Hal ini tergantung penyebab terjadinya flek, jumlah darah yang keluar, lama waktu keluarnya flek, dan beberapa gejala yang lainnya yang datang bersama flek. Flek akan dianggap normal dan tidak berbahaya jika jumlah flek sedikit serta munculnya hanya pada masa awal kehamilan atau trimester awal. Namun flek akan dianggap berbahaya dan serius apabila terjadi pendarahan yang cukup serius, biasanya telah terjadi keguguran yang disertai nyeri pada perut.

Saran kami, jika Anda mengalami flek saat hamil 2 bulan, sebaiknya Anda melakukan bed rest, hindari aktivitas seksual sampai dinyatakan aman oleh dokter kandungan, gunakan pembalut dan catat jumlah pendarahan, jangan menggunakan sabun khusus untuk memberikan vagina dan sebaiknya cukup bersihkan area kewanitaan dengan air bersih yang mengalir saja, lalu segera cari pertolongan medis jika pendarahan semakin deras, berupa gumpalan yang disertai nyeri perut hebat, lemas, pucat, dan sebagainya.

Keluarnya flek saat hamil 2 bulan akan dianggap serius dan berbahaya, jika pendarahan cukuo banyak dan disertai gumpalan darah yang merupakan indikasi keguguran. Rasa nyeri pada bagian perut atau disebut kram itu berbahaya bagi janin. Anda sebaiknya melakukan USG terhadap rahim (blighted ovum) untuk mengetahui embrio masih bisa berkembang atau tidak.

Tak jarang orang awwam memaknai flek saat hamil 2 bulan sebagai menstruasi, dengan alasan terjadi pada masa awal kehamilan. Seseorang bahkan tidak menyadari kalau dirinya tengah berbadan dua. Padahal flek pada ibu hamil dapat menimbulkan rasa cemas bahkan kekhawatiran yang berlebih. Telah kami sebut di atas bahwa rata-rata 20% ibu hamil mengalami flek saat hamil di 12 minggu pertama atau trimester awal.

Terkadang juga di awal kehamilan ibu hamil mengeluarkan darah yang tampak seperti haid. Namun jumlah darah sedikit dan warnanya bervariasi, dari merah muda ke merah, hingga kecokelatan. Beberapa kondisi di awal kehamilan memang seringkali membuat ibu hamil muda khawatir, terlebih pada trimester pertama kehamilan.

Sebenarnya, Anda tidak perlu panik jika mengalami flek saat hamil 2 bulan, karena pada umumnya perempuan mengalami flek saat hamil. Para ibu hamil yang cerdas akan menjalani masa kehamilan dengan bahagia sampai terjadi momen yang ditungu-tunggu yaitu persalinan yang lancar dan lahirnya bayi yang sehat.

www.pexels.com

Apakah flek saat hamil 2 bulan sama dengan pendarahan biasa?

Vagina merupakan area kewanitaan yang apabila sang empunya hamil, daerah sensitif itu akan mengeluarkan bermacam-macam cairan selama masa kehamilan dan akan berakhir sampai melahirkan. Terkadang cairan berupa lendir, kadang juga berupa darah. Pendarahan ringan atau flek saat hamil 2 bulan sebenarnya adalah hal yang biasa, terutama keadaan tersebut sering terjadi pada ibu hamil di trimester pertama. Biasanya hal ini bukanlah hal yang patut dikhawatirkan. Cairan vagina dianggap flek yang tidak berbahaya, ketika ibu hamil hanya menemukan beberapa tetes darah di celana dalam atau saat membersihkan organ intim dengan tisu. Namun, jika ibu hamil mengalami pendarahan cukup banyak, hingga memerlukan pembalut untuk menampung darah. Jika darah telah ditampung dalam pembalut tapi masih bisa tembus ke celana dalam, sebaiknya kondisi seperti itu jangan diabaikan. Segeralah konsultasi ke dokter, bidan, atau petugas kesehatan untuk secepatnya ditangani.

Penyebab lain yang menyebabkan flek saat hamil adalah karena proses kehamilan. Ketika terjadi pembuahan, sel telur yang telah dibuahi akan menempel pada dinding rahim. Hal ini menimbulkan pendarahan ringan atau keluarganya flek selama beberapa hari. Perlu diketahui, flek ini biasanya terjadi sebelum kehamilan diketahui dan sering disalahpahami sebagai tanda dari menstruasi.

Jika Anda memiliki periode menstruasi yang teratur. Kemudian ternyata keluar darah tetapi melewati tanggal menstruasi, hal itu merupakan tanda awal kehamilan secara umum. Namun jika darah keluar terus menerus dan deras, hal itu bukan lagi flek yang disebabkan oleh penempelan embrio pada dinding rahim.

Penyebab lain yang mengakibatkan terjadinya flek saat hamil 2 bulan adalah cervical polyp. Yaitu sebuah benjolan kecil di mulut rahim yang tidak berbahaya. Ini terjadi karena tingginya hormon esterogen pada ibu hamil, dan Cervical polyp akan mengeluarkan darah. Sebab utamanya adalah meningkatnya aliran darah ke pembuluh darah yang berada di sekitar rahim selama masa kehamilan.

Boleh diambil kesimpulan, akibat adanya cervical polyp dalam yang berada di mulut rahim, maka saat terjadi gesekan atau sentuhan pada area ini, seperti hubungan seksual, bisa menyebabkan pendarahan.

Pemeriksaan vagina dengan alat yang dimasukkan ke mulut rahim, olah raga yang berlebihan, mengangkat barang berat, diklaim juga sebagai penyebab bercak darah keluar pada awal kehamilan atau kehamilan trimester pertama.

Namun, meskipun tidak semua ibu hamil mengalami flek, Anda tetap harus melakukan tindak pencegahan dan tetap harus menghubungi bidan atau dokter untuk kontrol kesehatan semasa hamil juga memantau perkembangan janin dalam perut Anda.

www.pexels.com

Terkadang bercak darah juga terjadi pada trimester ke dua juga trimester terakhir dan jika itu terjadi pada Anda, secepatnya laporkan hal tersebut kepada petugas kesehatan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Bila Anda mengalami banyak darah keluar saat hamil, seperti menstruasi, segeralah menghubungi dokter untuk memastikan itu bukan komplikasi kehamilan yang berisiko. Terlebih jika pendarahan tidak normal terjadi pada trimester akhir kehamilan, yang demikian harus disikapi secara serius. Karena dikhawatirkan bisa menjadi tanda adanya komplikasi yang mengancam keselamatan ibu dan bayi.

Kendati flek atau bercak darah saat hamil tidak selalu berbahaya, setiap ibu hamil harus tetap berkonsultasi pada dokter mengenai kondisinya. Hal ini dilakukan dengan tujuan, agar dapat dilaksanakan pemeriksaan secara tepat dan menyeluruh.

Faktanya sebanyak 50% ibu hamil yang pernah mengalami flek saat mengandung. Mereka tetap menjalani masa kehamilan dengan lancar dan bahagia serta bayi yang mereka lahirkan Alhamdulillah wal afiat tanpa kurang suatu apapun. Persalinan dan masa hamil yang dapat dilewati dengan lancar, semua atas sikap positif dan kuasa-Nya. Saran kami, Anda janganlah terlalu khawatir akan adanya flek saat hamil 2 bulan, karena sekali lagi itu dapat memicu keguguran. Jalani dan nikmati masa-masa hamil dengan sikap optimis dan bahagia, InsyaAllah semuanya bakal lancar hingga masa persalinan tiba.

Demikian artikel ini kami buat. Semoga bermanfaat bagi Anda yang sedang hamil maupun yang belum hamil, bahkan yang tidak akan pernah hamil (maksud saya suami, hehe).Kami ucapkan terimakasih dan semoga ibu hamil di Indonesia dan di seluruh dunia semakin memahami pentingnya wawasan untuk menjadi calon ibu yang lebih baik lagi. Aamiin.